Ada Apa Denganmu, Costa?

303agent.com – Tak cuma sulit bikin gol bersama timnas Spanyol, secara keseluruhan performa Diego Costa memang menurun di awal musim. Padahal musim lalu Costa langsung tancap gas. Lalu, ada apa denganmu, Diego?

Costa, yang dibeli dari Atletico Madrid dengan banderol 32 juta poundsterling, jadi jawaban atas kemandulan lini depan Chelsea yang terjadi di musim 2013/2014. Tak butuh waktu lama untuk pemain 26 tahun nyetel dengan skuatThe Blues.

Costa langsung bikin gol di laga debutnya di Premier League, saat Chelsea menang 3-1 atas Burnley. Kemudian dia bikin satu gol saat mengalahkan Leicester City 2-0.

diegocostai 300x200 Ada Apa Denganmu, Costa?

Kala Chelsea menang besar 6-3 di markas Everton, Costa bikin dua gol dan hanya butuh empat laga untuk pemain kelahiran Brasil itu menyumbang hat-trick pertamanya bagi ‘Si Biru’, saat mengalahkan Swansea City 4-2.

Costa ngebut di empat laga awalnya musim lalu bersama Chelsea dengan bikin 7 gol. Sayangnya, cedera hamstring kerap membuatnya bolak-balik ruang perawatan, namun Costa bisa tuntaskan musim dengan 20 gol dan membawa timnya juara Premier League serta Piala Liga Inggris.

Tampil hebat di musim pertamanya bersama Chelsea, Costa diharapkan bisa mengulangi atau bahkan melebihi pencapaiannya di musim ini. Sayangnya sejauh musim 2015/2016 berjalan, Costa malah tampil mengecewakan.

Cuma satu gol dibuat Costa dari lima laga pertamanya musim ini bersama Chelsea dan juga timnas Spanyol, yakni saat menang 3-2 di kandang West Bromwich Albion. Terakhir saat timnasnya menang 2-0 dari Slovakia, Costa cuma bikin satu tembakan sepanjang 74 menit.

Sejalan dengan performa Costa di atas lapangan, Chelsea pun melakoni start buruk dengan hanya meraih empat poin dari empat laganya sejauh ini di liga. Chelsea jadi juara bertahan dengan start terburuk dalam 20 tahun terakhir.

Hanya dalam tempo 12 bulan, performa cemerlang Costa tiba-tiba turun drastis. Apa yang menimpa Costa ini disinyalir karena bek-bek lawan di Premier League sudah mengenal karakter bermain Costa.

Bek-bek tersebut tahu bahwa Costa sangat mengandalkan kekuatan fisiknya dalam bermain. Oleh karenanya, mereka memilih untuk memancing Costa yang memang emosional dan otomatis itu akan merugikan si pemain.

Mau tak mau Costa harus meredam agresivitas, yang tentunya juga membuatnya tidak tampil maksimal. Kini Costa mau tak mau harus segera mencari gaya baru untuk bisa mengembalikan performanya seperti semula, jika tidak mau tempatnya di Chelsea digeser Pedro Rodriguez atau Radamel Falcao.