Duel Sengit Tanpa Gol di Emirates Stadium

303agent.com – Liverpool berhasil mencuri satu angka dari hasil 0-0 melawan Arsenal di Emirates Stadium. Dengan hasil ini Arsenal hanya naik satu tingkat ke posisi sembilan sementara Liverpool masih berada di posisi ketiga.

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, harus dibuat pusing untuk memilih pemain bertahannya. Pasalnya, dua bek tengahnya, Per Mertesacker dan Laurent Koscielny, tidak bisa bermain. Wenger pun terpaksa memainkan Callum Chambers dan Gabriel Paulista untuk menggantikan Mertesacker dan Koscielny.

arsenalliverpoolisi 300x211 Duel Sengit Tanpa Gol di Emirates Stadium

Di sisi lain, Liverpool juga tidak bisa memainkan kapten mereka, Jordan Henderson. Henderson mengalami sedikit masalah pada pergelangan kakinya saat Liverpool menghadapi Bournemouth pekan lalu. Dengan begitu, Rodgers memainkan Emre Can di lini tengah.

Rodgers juga sedikit melakukan perubahan pada formasi Liverpool kali ini. Liverpool tidak lagi memainkan formasi 4-2-3-1 namun memainkan formasi 4-3-3. Rekrutan baru mereka asal Brasil, Roberto Firmino, akhirnya menjalani pertandingan pertamanya sebagai starter. Setelah pada dua pertandingan pertama ia hanya bermain sebagai pengganti. Rodgers juga memainkan Lucas Leiva sebagai gelandang bertahan Liverpool.

Starting XI Arsenal (kiri) dan Liverpool (kanan)

Dominasi Arsenal di Awal Pertandingan

Bermain di kandang sendiri membuat Arsenal langsung tampil menyerang sejak awal. Mereka mengambil alih penguasaan bola dengan melakukan ball possession. Liverpool yang memulai pertandingan dengan lebih berhati-hati memilih untuk bermain rapat di areanya sendiri dan menutup pergerakan pemain-pemain Arsenal. Hal inilah yang kemudian membuat Arsenal mendominasi penguasaan bola dengan 68 bagi Arsenal berbanding 32 bagi Liverpool.

Liverpool menempatkan ketiga gelandangnya berdiri rapat di depan barisan pertahanan mereka. Hal ini membuat Mesut Oezil yang bermain sebagai gelandang serang Arsenal di tengah kesulitan untuk menjalankan tugasnya. Namun Arsenal pun tidak kehabisan akal.

Arsenal memainkan 3 gelandang serang, Alexis Sanchez, Aaron Ramsey, dan Mesut Oezil. Ketiganya diberikan kebebasan untuk melakukan pergerakan ke segala arah. Ramsey yang awalnya di kanan tidak jarang berada di sisi kiri. Begitu juga Sanchez yang sering terlihat ada di sisi kanan.

Arsenal pun kemudian memusatkan serangannya di salah satu sisi pertahanan Liverpool. Sisi pertahanan yang mereka pilih adalah sisi kanan pertahanan Liverpool. Alasan Wenger memilih untuk menyerang area ini adalah untuk membuat Nathaniel Clyne sibuk bertahan dan tidak bisa membantu serangan Liverpool. Di antara dua fullback Liverpool, Clyne memang yang lebih sering ditugaskan membantu serangan pada dua pertandingan pertama Liverpool. Sedangkan Gomez yang berada di sisi kiri, jarang terlihat keluar dari posisinya untuk membantu serangan.

Maka dari itu, menyerang area ini akan membuat Liverpool kehilangan satu amunisi serangannya serta menghambat Clyne dalam memulai serangan balik yang juga menjadi andalan Liverpool.

Tidak tanggung-tanggung, Wenger benar-benar meneror Clyne dengan seluruh kekuatan serangannya. Ketiga gelandang Arsenal dipusatkan pada sisi kanan pertahanan Liverpool. Tidak jarang kita melihat Mesut Oezil, Alexis Sanchez, Aaron Ramsey, ditambah Santi Cazorla berada di sisi kiri untuk membuat Arsenal menang jumlah di area ini. Arsenal benar-benar meninggalkan sisi kanan kepada fullback kanan mereka, Hector Bellerin.

2AArsLive Duel Sengit Tanpa Gol di Emirates Stadium

Barisan penyerang Arsenal yang berada di satu sisi yang sama

Cara ini bisa dikatakan cukup efektif untuk membuat barisan pertahanan Liverpool kewalahan. Kekurangan jumlah pemain di sisi kanan membuat gelandang Liverpool harus ikut bergeser ke kanan yang artinya mereka membuat ruang di area tengah. Hal inilah yang kemudian berujung pada Santi Cazorla mampu melepaskan umpan terobosan dengan sangat bebas dari tengah. Bola yang berhasil disambut Ramsey gagal diselamatkan Simon Mignolet. Sial bagi Arsenal, Ramsey sudah lebih dulu dinyatakan offside oleh hakim garis.

Pressing Liverpool Menjadi Awal Kesalahan Arsenal

Tidak mau terus dalam keadaan tertekan, Liverpool pun mulai mencoba membalas serangan. Untuk membalas serangan, Liverpool terlebih dahulu membuat serangan Arsenal tidak lagi bisa berjalan lancar. Untuk melakukan hal ini, Liverpool memilih untuk bermain lebih terbuka dan melakukan pressing hingga ke area pertahanan Arsenal.

Dalam melakukan Serangan Arsenal akan selalu menggunakan operan pendek dari kaki ke kaki. Jarang mereka melepaskan umpan lambung langsung ke depan. Liverpool menyambut hal ini dengan melakukan pressing saat Arsenal masih memainkan bola di areanya sendiri. Tidak penyerang Liverpool, Benteka, Coutinho, dan Firmino langsung menekan semua pemain bertahan Arsenal saat mereka menguasai bola. Hal ini membuat pemain bertahan Arsenal semakin terdorong ke belakang mendekati garis gawang untuk menghindari tekanan penyerang-penyerang Liverpool.

Sayangnya, mundurnya pemain-pemain bertahan Arsenal ini tidak diikuti oleh para gelandang. Coquelin dan Cazorla yang ditempatkan sebagai poros ganda dan seharusnya bertugas sebagai penghubung aliran bola dari bertahan ke menyerang berdiri terlalu jauh dengan barisan pertahanan. Hal ini kemudian membuat para pemain bertahan Arsenal kesulitan untuk melepaskan umpan. Ditambah lagi, ketiga penyerang Liverpool sudah menutup jalur operan ke depan.

3AArsLive Duel Sengit Tanpa Gol di Emirates Stadium

Pressing Liverpool yang membuat barisan pertahanan dan gelandang Arsenal terpisah

Hasilnya, berkali-kali gawang Arsenal terancam akibat pemain bartahanannya salah melakukan operan. Setidaknya ada 7 kali operan pendek Arsenal di areanya sendiri berhasil digagalkan penyerang Liverpool. Liverpool bahkan berkali-kali berhasil menciptakan peluang mencetak gol ke gawang Arsenal. Padachalkboard operan Arsenal di babak pertama, terlihat sejumlah kesalahan operan yang mereka lakukan di area sendiri.

4AArsLive Duel Sengit Tanpa Gol di Emirates Stadium

Chalkboard operan Arsenal di babak pertama. Sumber: fourfourtwo.com

Dengan cara ini Liverpool berhasil merebut dominasi permainan di babak pertama dari Arsenal. Mereka berkali-kali berhasil mengancam gawang Arsenal. Beruntung bagi Arsenal mereka memiliki Petr Cech yang sedang bermain dengan sangat baik pada pertandingan kali ini. Hingga babak pertama usai, Liverpool melepaskan 11 tembakan yang 5 diantaranya mengarah ke gawang. Dan kelima tendangan ke gawang tersebut seluruhnya dilakukan dari dalam kotak penalti Arsenal.

Arsenal Kembali Mengambil Alih Permainan di Babak kedua

Arsenal kembali mengambil alih dominasi permainan pada babak kedua. Secara penguasaan bola maupun banyaknya peluang yang diciptakan, Arsenal berhasil unggul dari Liverpool di babak kedua. Penguasaan bola Arsenal kembali solid seperti 15 menit di babak pertama. Operan-operan mereka memiliki keakuratan hingga 85% (bandingkan dengan Liverpool yang hanya 69%) dan mereka pun unggul dalam jumlah tackle dan interception di babak kedua.

Kembalinya kuasa pertandingan ke kubu Arsenal tak bisa dipisahkan dari faktor mengendurnya pressing yang dilakukan oleh Liverpool. Tak seperti di babak pertama, Liverpool tidak lagi melakukan pressing ke area pertahanan Arsenal. Faktor stamina mungkin menjadi alasan Rodgers tidak memainkan permainan yang membuat Arsenal melakukan banyak kesalahan ini.

Untuk melakukan pressing ke depan Liverpool memang sangat mengeksploitasi Coutinho dan Firmino. Kedua pemain ini harus segera menekan ke depan namun juga harus segera kembali ke belakang jika pressing mereka gagal. Ditambah lagi mereka juga yang harus aktif bergerak saat Liverpool memulai serangan. Karena itulah kedua pemain ini akhirnya harus ditarik lebih dulu sebelum pertandingan usai.

Liverpool tidak mempunyai pelapis yang seimbang bagi Firmino dan Coutinho. Rodgers hanya memiliki Jordon Ibe dan Alberto Moreno yang kemudian difungsikan untuk lebih mengamankan area bertahan. Liverpool kembali memainkan pertahanan rapat di belakang dan menutup pergerakan pemain-pemain Arsenal.

Arsenal masih memberikan kebebasan bergerak kepada para gelandang serangnya. Mereka juga masih memilih sisi kiri sebagai area pusat serangan mereka. Empat gelandang Arsenal pun kembali terlihat di area ini secara bersamaan saat Arsenal menyerang. Hal ini kembali membuat Clyne sangat sibuk dan tidak bisa membantu serangan Liverpool.

Namun, dominasi serangan Arsenal tidak berujung pada peluang mereka menciptakan gol. Mereka hanya berhasil mendapatkan 2 peluang bersih selama satu babak mendominasi permainan. Dari empat tendangan ke gawang yang dilepaskan Arsenal di babak kedua, hanya satu yang dilepaskan dari dalam kotak penalti. Sisanya hanya dilakukan dari luar kotak penalti sehingga mudah untuk diantisipasi Simon Mignolet.

5AArsLive Duel Sengit Tanpa Gol di Emirates Stadium

Tendangan yang dilepaskan pemain-pemain Arsenal di babak kedua. Sumber: fourfourtwo.com

Salah satu cara Liverpool agar terjadi hal ini adalah dengan menjaga satu-satunya pemain Arsenal yang berada di kotak penalti, Olivier Giroud. Mau bagaimana pun juga, operan Arsenal di luar kotak penalti akan ditujukan ke dalam kotak penalti. Dan jika hanya ada Giroud yang di dalam kotak penalti maka tidak sulit untuk menebak ke arah mana tujuan operan pemain-pemain Arsenal. Martin Skrtel dan Dejan Lovren pun menjaga pemain asal Perancis ini dengan sangat ketat.

Selain itu, gelandang-gelandang Liverpool juga tidak pernah melepaskan penjagaan mereka kepada gelandang-gelandang Arsenal. Dengan masuknya Moreno dan Ibe membuat Liverpool memiliki pemain lebih banyak untuk bertahan. Hal ini membuat Liverpool mampu menutup seluruh pergerakan gelandang Arsenal yang mencoba menembus pertahanan Liverpool dari lini kedua.

Hal ini pun membuat Arsenal kesulitan menembus pertahanan Liverpool. Di sisi lain, Liverpool yang sangat berkonsentrasi untuk menutup pergerakan pemain-pemain Arsenal pun sulit untuk melakukan serangan balik. Maka tidak heran jika pertandingan ini berakhir dengan skor 0-0.

Kesimpulan

Meski berakhir tanpa gol, pertandingan ini secara garis besar bukan pertandingan yang buruk untuk disaksikan. Keduanya bukan hanya silih berganti merespons taktik lawan, tapi juga bergantian mengendalikan permainan.

Kedua tim sama-sama mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk bisa mencari celah di kubu lawan. Liverpool yang bermain di kandang lawan pun tidak segan untuk bermain terbuka dan menekan Arsenal hingga ke depan. Meski kedua tim sama-sama gagal memaksimalkan peluang yang berhasil mereka ciptakan, sehingga tidak ada gol tercipta.