Menerka Tim yang Terdegradasi Berdasarkan Pengeluaran Gaji

303agent.com – Liga Inggris telah berlangsung selama tigapekan. Pergerakan di papan klasemen pun masih belum sesuai dengan perkiraan. Leicester City menyelip di peringkat kedua, di bawah. Manchester City yang sementara berada di paling atas.

Pergerakan di klasemen pada awal-awal pekan memang seperti ini. Lambat laun, saat dibutuhkan konsistensi dalam bertanding, kesebelasan papan atas mulai menyeruak dan menggusur tim papan tengah dan papan bawah.

Soal memprediksi siapa juara musim ini agaknya tak akan jauh dari Manchester City, Manchester United, Chelsea dan Arsenal; Meski sulit ditebak, tapi empat kesebelasan yang musim lalu berada di empat besar tersebut berpeluang besar meraih gelar.

ss 300x201 Menerka Tim yang Terdegradasi Berdasarkan Pengeluaran Gaji

Hal berbeda terjadi di papan bawah. Sejak lima musim lalu, tingkat akurasi tebakan tim yang terdegradasi kian menurun. Selalu ada kesebelasan yang terdegradasi secara mengejutkan.

Menakar kesebelasan lewat gaya mereka bermain terbilang sulit untuk dilakukan. Musim lalu, Leicester terbilang payah dalam menyerang, tapi masih bisa selamat di Premier League. Di sisi lain, QPR dengan para pemain bergaji mahalnya harus terperosok ke jurang degradasi.

Menghitung Lewat Pengeluaran Gaji

Jika setiap kesebelasan menerapkan prinsip ekonomi, maka pengeluaran gaji akan menentukan seberapa kuat tim tersebut. Pemain yang berkualitas akan digaji lebih mahal dari pemain yang biasa saja. Namun, hal ini bisa menjadi kegagalan karena dua hal: pemain yang kemahalan dan pemain berkualitas yang tak bisa beradaptasi.

Chris Anderson dan David Sally dalam The Numbers Game menyatakan bahwa uang berpengaruh besar dalam kesuksesan sebuah tim. Mereka pun mengutip Simon Kuper dan Stefan Szymanski dalam Why England Loses seperti ini, “Menurut perhitungan mereka, 92 persen selisih posisi kesebelasan Premier League bisa dijelaskan dari biaya gaji yang dikeluarkan.”

Sejak lima musim terakhir, selalu ada kesebelasan dengan peringkat gaji empat terendah yang terdegradasi. Fakta ini barangkali terdengar biasa saja, tapi sejak tiga musim terakhir selalu ada kesebelasan dengan peringkat gaji 10 terbesar yang juga terdegradasi. Artinya ada faktor lain yang membuat kesebelasan dengan pengeluaran gaji tinggi juga bisa terdegradasi.

Identik dengan Tim Promosi

Sejak musim 2010/2011 selalu ada kesebelasan yang baru promosi dan langsung terdegradasi pada musim itu juga; kecuali pada musim 2011/2012, ketika tak ada tim promosi yang terdegradasi—yang merupakan kedua kalinya dalam sejarah Premier League.

Capaian paling buruk tim promosi terjadi tahun lalu di mana ada dua kesebelasan yang langsung terdegradasi: Burnley dan Queens Park Rangers yang masing-masing menempati peringkat ke-19 dan ke-18. Peringkat ke-20 ditempati Hull City yang baru promosi semusim sebelumnya.

Fakta tersebut sejatinya menunjang teori Anderson dan Sally di mana gaji memang berpengaruh pada prestasi tim. Pasalnya, amat jarang (kecuali QPR) ada kesebelasan yang baru promosi lalu menggaji para pemain dengan standar kesebelasan Premier League. Hull City berada di peringkat ke-18 terbawah dalam total pengeluaran gaji pemain, sedangkan Burnley menempati peringkat ke-20.

Dua Tim dari Empat Terbawah

Selama lima musim terakhir selalu ada dua tim dengan pengeluaran gaji empat terbawah yang terdegradasi. Pengecualian pada musim 2011/2012 di mana tim yang terdegradasi adalah peringkat dengan pengeluaran gaji ke-13, ke-15 dan ke-17.
Musim 2011/2012 memang menjadi pengecualian karena tidak ada tim promosi yang terdegradasi pada musim tersebut. Artinya, kesebelasan yang terdegradasi sudah mendapatkan pembagian uang hak siar yang pasti berpengaruh pada peningkatan gaji pemain. Ini terbukti dari pengeluaran dua tim yang promosi, Norwich dan Swansea, yang menempati peringkat ke-19 dan ke-20 dalam jumlah total pengeluaran untuk gaji.

Karena “pengecualian” tidak terjadi setiap tahun, agaknya pola dua tim dari empat terbawah akan kembali terjadi pada musim ini.

Ancaman Peringkat 10 Besar

QPR pada musim 2012/2013 dan 2014/2015 dan Fulham pada musim 2013/2014 sebenarnya masuk ke dalam 10 besar kesebelasan dengan pengeluaran gaji tertinggi. Namun, keduanya tetap saja terdegradasi.

SS qpr Menerka Tim yang Terdegradasi Berdasarkan Pengeluaran Gaji

Hal ini terbilang mengejutkan karena tidak ada “tanda” apa-apa dari kedua kesebelasan tersebut yang menyebabkan mereka terdegradasi. Fulham terbilang sebagai kesebelasan yang sudah lama berdiam di Premier League sejak 2001, sementara QPR punya modal besar untuk membangun tim dengan pemain berkualitas.

QPR memang paling menohok karena pada dua musim itu, The R’s menggaji pemain masing-masing 78 dan 75 juta pounds! Angka tersebut jauh lebih tinggi ketimbang yang dikeluarkan Everton, Aston Villa, dan West Bromwich Albion di kisaran 69 juta pounds.

Siapa yang Terdegradasi?

Belum ada data yang dirilis secara resmi soal pengeluaran kesebelasan pada musim ini. Formula yang digunakan penulis untuk menetapkan gaji pada musim ini adalah dengan menambahkan/mengurangkan pengeluaran gaji musim 2014/2015 dengan rata-rata kenaikan/penurunan sejak musim 2013/2014.

Agar data valid, semua sumber pengeluaran sejak musim 2010/2011 hingga 2013/2014 penulis ambil dariBBC dan The Guardian. Untuk musim 2014/2015 penulis mengambil data dari Squawka dan TSMPlug.Sementara data kesebelasan yang baru promosi diambil dari blog Swiss Ramble.

Berikut prediksi pengeluaran gaji untuk musim 2015/2016.

degradasigaji Menerka Tim yang Terdegradasi Berdasarkan Pengeluaran Gaji

Angka dalam tabel di atas tentulah tidak valid, tapi setidaknya bisa menggambarkan pengeluaran gaji musim ini berdasarkan peningkatan/penurunan pada dua musim sebelumnya.

Empat tim terbawah dihuni oleh Swansea City, Leicester City, Bournemouth, dan Watford. Jika melihat pola lima tahun sebelumnya, dua di antaranya dipastikan terdegradasi. Peluang paling besar tentu dirasakan Bournemouth dan Watford.
Untuk tim pengeluaran terbesar mengejutkan yang akan terdegradasi ada Newcastle United di peringkat ketujuh, Sunderland di peringkat kedelapan, dan West Bromwich Albion di peringkat kesembilan. Melihat persiapan yang dilakukan untuk menggapai musim ini, peluang Sunderland untuk terdegradasi terbuka lebar.

Dari hitung-hitungan gaji tersebut bisa dilihat kalau jurang degradasi mengancam Swansea City, Leicester City, AFC Bournemouth, dan Watford. Ancaman juga hadir untuk Newcastle United, Sunderland, dan West Bromwich Albion sebagai peringkat 10 besar.

Jika melihat musim 2010/2011 dan 2011/2012 degradasi pun mengancam Aston Villa dan West Ham United yang masing-masing duduk di peringkat ke-12 dan ke-13.

Pengecualian

Tentu akan ada pengecualian dalam perhitungan di atas karena terdapat sejumlah kelemahan dalam perhitungan tersebut. Kelemahan yang paling utama adalah tidak validnya data pengeluaran gaji untuk musim ini karena memang belum ada data resmi yang keluar di media.

Kelemahan kedua menyangkut kesalahan formulasi yang dilakukan penulis. Karena hitungan untuk musim ini adalah peningkatan atau penurunan dari pengeluaran musim 2013/2014 hingga 2014/2015, maka sangat mungkin terjadi kenaikan/penurunan secara signifkan dalam pengeluaran gaji. Misalnya Bournemouth yang mencoba menekan gaji terkait regulasi financial fair play (FFP).

Kesimpulan

Dari dua indikator yang sudah ditetapkan sebelumnya, peluang Bournemouth dan Watford untuk kembali terdegradasi terbilang tinggi. Pasalnya kedua kesebelasan tersebut adalah tim promosi dan masuk ke dalam empat tim dengan pengeluaran gaji terendah.

Leicester dan Swansea terbilang sulit untuk terdegradasi. Dari dua pekan yang telah dijalani, keduanya menunjukkan permainan yang tidak buruk untuk level Liga Primer Inggris. Leicester bahkan meraih dua kemenangan dan menempati peringkat kedua di klasemen sementara, sedangkan Swansea ada di peringkat kelima. Jika rataan poin kesebelasan yang terdegradasi adalah 30, Leicester tinggal memenangkan sembilan pertandingan lagi.

Satu indikator lain, yakni “kesebelasan 10 besar” maka peluang terbesar ada pada Sunderland yang tampil mengecewakan dalam persiapan musim ini. Mereka pun dua kali mengalami kekalahan dari dua pekan digelarnya Liga Primer Inggris.
Bagaimana dengan Newcastle dan West Bromwich? Keduanya meningkatkan kedalaman skuat pada musim ini, meski amat mungkin keduanya kembali menempati papan bawah pada akhir musim.

Tentu tidak sesederhana itu menetapkan kesebelasan yang terdegradasi. Namun, melihat pola sejak—khususnya—tiga tahun ke belakang, agaknya tim yang akan terdegradasi adalah Bournemouth, Watford, dan Sunderland. Bagaimana menurut Anda?

Sepakbola memang bukan matematika. Terkadang ada pola, tapi tak jarang kalau itu cuma tipuan belaka.