Menyoal Keroposnya Lini Pertahanan El Barca

303agent.com – Tak ada yang lebih mengkhawatrikan bagi kesebelasan sebesar FC Barcelona selain kebobolan sembilan gol dalam tiga laga resmi awal musim 2015-16 ini. Pasalnya, musim lalu Barcelona adalah kesebelasan paling sedikit kebobolan di liga Spanyol dengan torehan 21 gol saja. Kini, hanya dalam tiga laga, mereka sudah kebobolan sembilan gol.

Keroposnya pertahanan, sepertinya sudah menjai penyakit kambuhan yang rutin datang dan pergi. Apalagi tiga pertandingan tersebut semuanya menghadapi kesebelasan dari liga yang sama, yaitu Sevilla di ajang Piala Super Eropa dan (dua leg) dan Athletic Bilbao di ajang Piala Super Spanyol.

barcaisi 300x200 Menyoal Keroposnya Lini Pertahanan El Barca

Jika melihat musim lalu, baru pada bulan Desember 2014 Barcelona total kebobolan sembilan gol dari seluruh kompetisi yang mereka ikuti. Artinya, baru mendekati Natal atau bahkan mendekati paruh musim pertama berakhir. Lebih penting lagi, gawang yang dikawal Claudio Bravo kala itu mengalami cleansheet sebanyak delapan pertandingan sebelum akhirnya diberondong tiga gol oleh penggawa Real Madrid di Santiago Bernabeu.

Sembilan gol dalam tiga laga adalah angka yang terlampau banyak bagi kesebelasan sebesar Barcelona. Bahkan jika dirata-ratakan, berarti mereka kebobolan tiga gol di tiap-tiap satu pertandingan yang dimainkan.

Kartu merah Pique akibat protes berlebihan saat leg kedua Piala Super Spanyol berakibat larangan bermain selama empat pertandingan awal liga. Hal tersebut berarti Barcelona tanpa Pique ketika tandang ke San Mames (lagi), kemudian saat menjamu Malaga, bertandang ke Atletico Madrid dan saat bersua Levante.

Sebagai catatan, musim lalu, Malaga pernah mengalahkan Barca di Camp Nou lewat gol Juanmi. Sementara Athletic Bilbao serta Atletico Madrid adalah langganan yang kerap menyulitkan Barca di segala kompetisi. Praktis (mungkin) hanya Levante yang kekuatannya masih jauh di bawah Barca.

1ABarca1516 Menyoal Keroposnya Lini Pertahanan El Barca

Jika melihat perbandingan grafis di atas, terlihat sekali keunggulan Gerard Pique dalam urusan duel udara (karena memang badannya cukup tinggi kokoh) dan juga unggul dalam soal sapuan (clearance) dan memblok bola. Ia juga menjadi pemain bertahan paling subur di Barcelona. Kehilangannya akan menimbulkan masalah baru bagi Barcelona.

Dengan lawan yang cukup berat ketika Pique absen dalam empat laga awal mendatang, maka pilihan kepada Marc Bartra sebagai tandem Mascherano di jantung pertahanan menjadi pilihan yang paling masuk akal. Meski Jeremy Mathieu dan Thomas Vermaelen sebetulnya punya pengalaman segudang sebagai bek tengah, namun keduanya masih meragukan dalam hal kekompakan. Terutama Vermaelen.

“Kehilangan Pique nampaknya akan memberikan peran baru bagiku,” cetus Bartra kepada situs resmi Barca. “Aku akan berkontribusi sebaik dan semaksimal mungkin yang aku bisa dan aku merasa siap dan lebih dewasa untuk menghadapi tantangan seperti ini.”

Penampilan Mathieu yang angin-anginan di awal musim (saat Piala Super Spanyol) dan Vermaelen yang belum nyetel dengan skuat (karena cedera) membuat alasan untuk memainkan Bartra lebih mempunyai argumentasi yang cukup kuat. Ditopang oleh catatan statistik Bartra selama musim lalu. Jangan lupa juga, memainkan Bartra berarti mulai meregenerasi bek tengah asli binaan akademi La Masia di skuat utama Barcelona.

Perihal Bek Sayap dan Pressing yang Sering Mengendur

Meski bek sayap Barcelona lebih sering naik ke sepertiga akhir pertahanan lawan untuk melakukan kombinasi segitiga bersama penyerang sayap dan lini tengah, faktanya mereka tetaplah pemain bertahan. Tugas melindungi pertahanan tetap menjadi kewajiban pokok.

Bagaimanapun, Dani Alves dan Jordi Alba memang mampu menawarkan opsi permainan yang cepat dan berteknik. Namun permasalahannya, ketika salah satu dari mereka tak bisa bertanding dalam partai besar, maka Luis Enrique mesti putar otak mencari skema lain untuk mengakalinya.

2ABarca1516 Menyoal Keroposnya Lini Pertahanan El Barca

[Skema segitiga antara bek sayap, penyerang sayap dan gelandang Barcelona di sepertiga akhir pertahanan lawan]

Skema bek kanan dadakan pernah dilakoni Pedro Rodriguez saat membungkam PSG di Camp Nou tahun lalu. Akan tetapi, kini Pedro sudah hengkang, opsi memainkan Adriano yang rentan cedera juga bukan opsi yang bagus. Douglas yang belum mampu menawarkan apapun bagi sektor bek kanan dan Mathieu serta Vermaelen yang tak bagus-bagus amat sebagai bek kiri menjadikan Barcelona seperti kekurangan stok pemain di sektor tersebut.

Bulan pertama La Liga yang akan menentukan perjalanan di paruh musim pertama, dengan skuat yang tidak sempurna, menyodorkan kerumitan yang cukup berarti bagi Luis Enrique. Adriano dan Douglas (bek sayap kiri dan kanan) yang cedera, Pique dan Mathieu yang terkena sanksi larangan bertanding dan Vermaelen yang belum nyetel adalah bagian dari permasalahan utama awal musim ini. Beruntung, Jordi Alba yang divonis cedera otot dua pekan lalu, kini siap tampil di laga pembuka liga Spanyol, Minggu (23/80) waktu setempat.

Namun, yang harus disoroti para bek sayap Barcelona adalah ketika terlalu asyik menyerang dan lupa diri. Sebagai contoh, kelalaian Dani Alves yang beroperasi sebagai bek kanan, yang keasyikan menyerang dan terlambat turun, sebetulnya sering dilakukannya jika ia tidak dalam permainan terbaiknya.

Coba lihat gambar di bawah ini yang diambil dalam laga melawan Sevilla kala mereka harus diberondong tiga gol secara beruntun oleh lawannya.

3ABarca1516 Menyoal Keroposnya Lini Pertahanan El Barca

[kasus terbaru saat bek sayap – Dani Alves- entah kemana ilang dari posisinya]

Sergio Busquets yang harus tertarik hingga ke wilayah yang seharusnya ditempati oleh Alves (sisi bek kanan) adalah salah satu ciri lalainya Alves saat itu. Posisi skor Barca yang sudah unggul atas Sevilla (saat Piala Super Eropa) beberapa waktu yang lalu juga mempengaruhi permainan dari seluruh tim terutama saat melakukan pressing dan bertahan.

Dalam beberapa kasus, para pemain Barca sering kali berpuas diri jika merasa unggul dan dalam posisi di atas angin. Lawan Sevilla di liga dan Piala Super Eropa adalah bukti sahih perihal berpuas diri tersebut. Jangan lupa juga leg kedua saat bersua Bayern Munchen di Jerman, Barca mengendurkan pressing dan serangan ketika unggul 2-1 di babak pertama. Untung saja, keunggulan 3-0 di leg pertama membuat mereka selamat dan melaju menuju final.

Mengendurnya pressing ini tampaknya akan mempunyai efek domino yang saling bersangkut-paut bagi Barcelona. Kegagalan merebut bola secepat mungkin di area lawan membuat pemain lawan bisa cepat mengirimkan bola ke ruang kosong yang ditinggalkan. Dampaknya bisa berbahaya, apalagi jika para bek sayap Barca sedang kambuh penyakit keasyikan menyerangnya.

Jika sudah begini, maka tak banyak yang bisa dilakukan oleh bek tengah Barca selain berusaha tak terpancing keluar dan berharap si pembuat umpan atau sang eksekutor lawan berada dalam hari terburuknya.

Penutup

Sudah tidak bisa dipungkiri, nama-nama langganan starting line-up musim lalu milik Barcelona adalah senjata sang entrenador Enrique — minimal untuk menghadapi paruh musim pertama 2015-16. Ketiadaan opsi pemain baru menjadikan mereka mesti mewanti-wanti aspek fisik karena, seperti yang sudah kita tahu, jika Barcelona kehilangan pilar inti maka permainan agak sedikit tersendat.

Empat laga awal musim ini akan menjadi fase sangat krusial bagi Barcelona. Ditinggal beberapa pilar, di tengah buruknya kinerja pertahanan, mereka justru harus kembali berhadapan dengan Malaga, Athletic Bilbao dan Atetico Madrid. Langkah yang tidak mudah, bahkan bagi kesebelasan peraih treble musim lalu sekali pun.

Pengembangan dan penerapan taktik dan strategi yang sesuai, ditunjang fisik pemain yang prima, sudah sepatutnya bisa membuat Barcelona bisa tetap menjadi tim kuat yang tak gampang dijatuhkan. Seharusnya itu tidak terlalu sulit bagi Enrique. Kendati tak bisa memainkan pemain baru dan ditinggalkan beberapa penggawannya di jendela transfer musim panas ini, Barcelona tetaplah Barcelona.

Selain itu, mengorbitkan skuat muda, seperti Alex Grimaldo di bek kiri, kemudian Sergi Samper di posisi gelandang dan Marc Bartra di bek tengah, mesti juga bisa dioptimalkan. Toh ini sudah dilakukan Luis Enrique dengan memercayakan Munir El Haddadi dan Sandro Ramirez untuk menambal ketiadaan Luis Suarez di awal musim lalu.