MU dan Remaja-Remaja Berharga Mahal

303agent.com  – Manchester United baru saja menjadikan Anthony Martial sebagai pesepakbola berusia di bawah 20 tahun termahal di dunia. Ternyata, bukan sekali ini saja ‘Setan Merah’ membeli pemain muda dengan harga selangit.

Martial digaet dengan biaya transfer 36 juta poundsterling atau sekitar 60 juta euro dari AS Monaco. Biaya transfer yang mencengangkan mengingat Martial baru berumur 19 tahun dan belum punya banyak pengalaman di level internasional. Bahkan menurut BBC, harga Martial sendiri bisa melonjak hingga 58 juta pounds atau setara transfer Kevin De Bruyne ke Manchester City.

waynerooneyi 300x184 MU dan Remaja Remaja Berharga Mahal

Premier League akan jadi tantangan tersendiri untuk Martial, apakah dia mampu membayar lunas harga mahal dirinya. Namun, suporter MU seharusnya tidak perlu kaget karena MU sebelumnya juga pernah membeli pemain seumuran Martial dengan harga tinggi.

Belum lama, yakni tepatnya awal musim lalu, Luke Shaw yang kala itu baru berusia 18 tahun digaet dari Southampton dengan banderol 27 juta pounds atau sekitar 38 juta euro, yang nilainya bisa melonjak hingga 31 juta pounds.

Namun, penampilan Shaw belum bisa dikatakan memuaskan sejauh ini karena musim lalu dia banyak diganggu cedera.

Sebelum Shaw, MU juga pernah memberi Anderson dari Porto pada tahun 2007. Saat itu Anderson disebut-sebut sebagai calon bintang masa depan Brasil dan The Red Devils pun rela mengeluarkan uang 32 juta euro. Sayang. karier Anderson tak berjalan mulus dan dia harus dijual musim lalu.

Pembelian “daun muda” termahal MU yang boleh dibilang sukses adalah Wayne Rooney, yang saat dibeli dari Everton pada 2004 bernilai 20 juta pound atau kini setara 37 juta euro. Rooney kini jadi kapten MU dan tak lama lagi bakal jadi topskorer sepanjang masa klub itu.

Ini artinya empat dari lima pemain di bawah usia 20 tahun termahal dunia adalah milik atau pernah jadi jadi pemain The Red Devils. Demikian dikutip Misterchip.

Kini tinggal ditunggu bagaimana aksi Martial bersama MU yang memang membutuhkan tengah membutuhkan tenaga baru di lini depan, menyusul minimnya produktivitas mereka musim ini.